Senin, 16 Desember 2013

Para Sahabat Adalah Generasi Terbaik di Masa Nabi



 
.
Sesungguhnya generasi terbaik dari umat ini ialah generasi para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Mereka adalah orang orang yang terbaik dalam Agama ini dalam hal keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya, serta paling gigih dalam memperjuangkan Agama ini dan paling besar pengorbanannya untuk Allah dan Rasul-Nya.
.
Pantas jika Allah Subhanahu Wata’ala telah memuji mereka dalam Kitab-Nya ( Al Qur'an ), dan begitu pula Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam  juga telah memuji mereka dalam sabda sabdanya didalam Hadits, bahkan menjadikan mereka sebagai suri tauladan yang harus diikuti dan dicontoh dalam hal memahami dan mengamalkan Agama ini, sehingga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah merangkaikan pemahaman dan pengamalan mereka dalam Agama menjadi suatu ikatan yang menjadi patokan hukum dalam urusan Agama.
.
Hal ini tentu saja didasari dengan sebab dan alasan yang kuat, diantaranya yaitu mereka ( para sahabat ) hadir dimasa saat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diutus, dan mereka juga hadir dimasa Ayat Ayat Al Qur'an diturunkan Allah Subhanahu Wata’ala melalui malaikat Jibril untuk diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
.
Maka tentu saja mereka akan lebih mengetahui dan memahami tentang Ayat Ayat Al- Qur'an yang diturunkan tersebut karena mereka akan mendapat penjelasan dan contoh langsung dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentang maksud dan tujuan serta penerapan dari Ayat Ayat Al Qur'an yang diturunkan itu.
.
Oleh karena itu, setiap orang yang ingin mengetahui, memahami, dan mengamalkan setiap urusan dalam Agama ini, hendaklah merujuk dan mempedomani Kitab Al Qur'an dan Hadits, serta merujuk kepada pemahaman para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam memahami dan mengamalkan Agama ini. Sebab hal ini adalah sesuai dengan perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, dan barangsiapa yang mengingkarinya, maka ia termasuk golongan yang tersesat dan celaka !!
.
Berikut Ini Dalil-Dalil Yang Menunjukkan Keutamaan Sahabat
.
1.      Dalil Al-Qur’an:
.
Allah Subhanallahu wa Ta'ala berfirman :
.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (100)
.
"Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. At-Taubah : 100).
.
Al Hafizh Ibnu Katsir Asy-Syafii berkata:
“Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkhabarkan tentang keridhaan-Nya kepada orang-orang yang terdahulu dari para sahabat kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, dan ia juga mengkhabarkan tentang ketulusan ridha mereka kepada Allah, serta apa yang telah Ia sediakan untuk mereka dari jannah-jannah (surga-surga) yang penuh dengan kenikmatan, dan kenikmatan yang abadi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/367).
.
2.      Dalil Hadits:
.
v  Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ يَجِئُ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِيْنَهُ، وَيَمِيْنُهُ شَهَادَتَهُ.


‘Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu Masa Para Sahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.’”[Bukhari-Muslim]

v  .Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

النُّجُومُ أَمَنَةٌ لِلسَّمَاءِ فَإِذَا ذَهَبَتِ النُّجُومُ أَتَى السَّمَاءَ مَا تُوعَدُ وَأَنَا أَمَنَةٌ لِأَصْحَابِي فَإِذَا ذَهَبْتُ أَتَى أَصْحَابِي مَا يُوعَدُونَ وَأَصْحَابِي أَمَنَةٌ لِأُمَّتِي فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِي أَتَى أُمَّتِي مَا يُوعَدُونَ

Artinya:
"Sesungguhnya bintang-bintang itu adalah pengaman bagi langit. Jika bintang-bintang itu lenyap, maka akan datang apa yang telah dijanjikan atas langit. Aku adalah pengaman bagi sahabatku, jika aku telah pergi maka akan datang apa yang telah dijanjikan atas sahabatku. Dan sahabatku adalah pengaman bagi umatku, jika sahabatku telah pergi maka akan datang apa yang telah dijanjikan atas umatku". [HR Muslim]
.
v  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ;
.
وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمن هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وأصحابي» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
.
" Umatku akan terpecah sebanyak 73 golongan, yang semuanya akan masuk neraka kecuali satu ". Para sahabat bertanya : "Golongan yang mana ( yang satu ) itu ?". Nabi SAW menjelaskan : " Yaitu ( yang mengikuti apa ) yang sekarang aku lakukan ( Sunnahku), yang juga dilakukan oleh sahabat sahabatku " . [Hadits Hasan, HR.Tirmidzi, dihasankan oleh Syeikh Al-Albani (As-Shahihah: 204)]
.
v  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ;
.
فإنه من يعش منكم بعدى فسيرى اختلافا كثيرا , فعليكم بسنتى وسنة الخلفاء المهديين الراشدين , تمسكوا بها , وعضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور , فإن كل محدثة بدعة , وكل بدعة ضلالة ".
Artinya:
" Maka sesungguhnya orang yang hidup setelah masaku sekarang pasti akan menemukan berbagai perselisihan, karena itu wajib bagimu berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang telah mendapat hidayah. Peganglah itu olehmu dan gigitlah dengan gerahammu kuat kuat. hendaklah kamu menjauhi perkara-perkara yang baru, karena sesungguhya semua perkara yang baru adalah bid'ah, dan semua bid'ah itu sesat " . [Shahih, HR.Abu Dawud-Ibnu Majah-Baihaqi-Hakim, di shahihkan oleh imam Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Al-Albani, dll]
.
Dalam Atsar Sahabat
.
v  Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّ اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوْبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى دِيْنِهِ، فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad, Allah mendapati hati para sahabat beliau adalah hati yang paling baik. Oleh karena itu, Allah menjadikan para sahabat sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berjuang demi membela agama-Nya. Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, I/379, no. 3600. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanadnya shohih).
.
v  Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan:
.
(من كان منكم مستناً فليستن بمن قد مات، فإن الحي لا تؤمن عليه الفتنة، أولئك أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم، كانوا أفضل هذه الأمة، أبرها قلوباً، وأعمقها علماً، وأقلها تكلفاً، قوم اختارهم الله لصحبة نبيه، وإقامة دينه، فاعرفوا لهم فضلهم، واتبعوهم في آثارهم، وتمسكوا بما استطعم من أخلاقهم ودينهم، فإنهم كانوا على الهدى المستقيم)
.
Artinya:
“Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani Para Shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wsallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsar -petunjuknya-, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Shahih, Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy]
.
Selain Itu Dilarang Mencela Para Sahabat Nabi
.
Ø  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
.
مَنْ سَبَّ أَصْحَابِي فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَ المَلاَئِكَةِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
.
Artinya:
“Barang siapa yang mencela sahabatku, maka atasnya laknat Allah, laknat malaikat dan laknat seluruh umat manusia”. [Hadits Hasan, HR Thabrani, dihasankan oleh Syeikh Al-Albani]
.
.
Ø  Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda
.
لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
.
Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Andaikan ada di antara kalian yang menginfakkan emas sebesar gunung Uhud maka tidaklah akan bisa menyamai satu mud infak mereka dan bahkan tidak pula setengahnya. [HR. al-Bukhari dan Muslim].
.
Ø  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ;
.
(الله الله في أصحابي لا تتخذوهم غرضا فمن أحبهم فبحبي أحبهم، ومن أبغضهم فببغضي أبغضهم، ومن آذاهم فقد آذاني ومن آذاني فقد آذى الله، ومن آذى الله يوشك أن يأخذه) والحديث وإن كان فيه ضعف لكن له شواهد.
.
Artinya:
" Hendaknya kalian takut kepada Allah mengenai para sahabatku, jangan sampai mereka dijadikan bahan makian. Barangsiapa yang mencintai mereka, hendaknya mencintai mereka semata mata karena mencintaiku. Dan barangsiapa yang memusuhi mereka, seakan akan telah memusuhiku. Barangsiapa yang menyusahkan mereka, seakan akan telah menyusahkanku. Barangsiapa yang menyusahkanku berarti telah menyusahkan Allah SWT. Dan barangsiapa yang menyusahkan Allah, sungguh siksa Allah sangat dekat "

(Hadits Hasan lighairihi, HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Ajurri, dll, hadits ini sanadnya lemah, namun hadits memiliki penguat, sehingga bisa naik ke derajat hasan lighairihi (Sebagaimana kata Abdul Aziz bin Abdillah Ar-Rajihi dalam “Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah (1/365)).

Ø  Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata:
.
 (لا تسبوا أصحاب محمد فلمقام أحدهم مع رسول الله ساعة خير من عمل أحدكم أربعين سنة) وفي رواية: (هي خير من عمل أحدكم عمره)
.
Artinya:
“Janganlah kalian mencela sahabat Muhammad, Benar-benar berdirinya salah seorang mereka bersama Rasulullah satu saat saja, itu lebih baik daripada amal salah seorang kalian selana 40 tahun, (dalam riwayat lain: daripada amal salah seorang kalian selama seumur hidup).” (Atsar Shahih, disebutkan oleh Imam  At-Thahawi dalam Kitab Aqidah Thahawiyah (1/364)).
.
Wallahu Ta’ala A’lam, Washallallahu Ala Nabiyyina Muhammad Wa’ala Alihi Washahbihi Wasallam.
…………… 
[(Abu Utsman)]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar