Kamis, 12 Desember 2013

Arwah-Arwah Mukmin Yang Syahid



 
    

      Arwah para syuhada' yang membela agama Allah berada ditempat yang tinggi yaitu di surga Firdaus. Hal ini didasarkan pada hadits Rasullullah   shallallahu 'alaihi wasallam yang bersabda kepada Ummu Haritsah binti Nu’man -putranya gugur di perang BADAR- ketika dia bertanya kepada beliau (tentang nasib putranya): “Di mana dia?” Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
      

وَإِنَّه فِي الْفِرْدَوْسِ الْأَعْلَى

     
      ”Sesungguhnya dia ada disurga Firdaus yang tinggi.” (HR. Al Bukhari)

Secara garis besar, arwah para syuhada' tempatnya berbeda-beda di alam Barzah sesuai kualitas didunia,
Berikut ini Gambarannya:

1.         Ruh Para Syuhada’ ada yang berada di dalam Tembolok burung hijau, dan di bawa terbang di dalam Surga:

Dalam Shahih Muslim, dari Masyruq rahimahullah, berkata: "Kami bertanya kepada Abdullah tentang ayat ini (QS. Ali Imran: 169)
Dia menjawab, "adapun kami telah bertanya tentang hal (kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), lalu beliau menjawab: 
.
أرواحهم في جوف طير خضر لها قناديل معلقة بالعرش تسرح من الجنة حيث شاءت ثم تأوي إلى تلك القناديل فاطلع إليهم ربهم اطلاعة فقال هل تشتهون شيئا قالوا أي شيء نشتهي ونحن نسرح من الجنة حيث شئنا ففعل ذلك بهم ثلاث مرات فلما رأوا أنهم لن يتركوا من أن يسألوا قالوا يا رب نريد أن ترد أرواحنا في أجسادنا حتى نقتل في سبيلك مرة أخرى فلما رأى أن ليس لهم حاجة تركوا
Artinya:
"Sesungguhnya ruh-ruh para syuhada’ itu ada di dalam tembolok burung hijau. Baginya ada lentera-lentera yang tergantung di 'Arsy. Mereka (bersama burung) bebas menikmati surga sekehendak mereka, kemudian singgah pada lentera-lentera itu. Kemudian Rabb mereka memperlihatkan diri kepada mereka dengan jelas, lalu bertanya: “Apakah kalian menginginkan sesuatu?” Mereka menjawab: “Apalagi yang kami inginkan sedangkan kami bisa menikmati surga dengan sekehendak kami?” Rabb mereka bertanya seperti itu sebanyak tiga kali. Maka tatkala mereka merasa bahwasanya mereka harus minta sesuatu, mereka berkata, “Wahai Rabb kami! kami ingin ruh kami dikembalikan ke jasad-jasad kami sehingga kami dapat berperang di jalan-Mu sekali lagi. “Maka tatkala Dia melihat bahwasanya mereka tidak mempunyai keinginan lagi, mereka ditinggalkan.” (HR. Muslim)

2.      Arwah Syuhada’ ada yang Tertahan di Pintu Surga, karena punya tanggungan hutang

            Ada ruh dari beberapa syuhada yang tertahan di pintu syurga dan tidak dapat masuk kedalam syurga karena hutang yang belum terlunasi.
.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
.
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ الْجَنَّةُ قَالَ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ إِلَّا الدَّيْنَ سَارَّنِي بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام آنِفًا
.
Abdullah Bin Jahsy berkata,bahwa seorang datang menemui Nabi, dan berkata” Wahai Rasulullah,,apa yang kelak aku dapatkan jika aku terbunuh dijalan Allah..? Nabi menjawab..”Syurga” ketika orang itu beranjak pergi Nabi berkata : ”Kecuali  jika Ia Masih menanggung Hutang,baru saja Jibril memberitahukan kepadaku”. (Shahih, HR Imam Nasa’I (3155) di shahihkan oleh syeikh Al-Albani)
.

3.      Ada sebagian Arwah Syuhada’ yang  diberi Sayap oleh Allah dan mampu beterbangan di dalam Surga dan Ada juga Yang Ditempatkan di atas dipan (tempat tidur) di Surga.

            Berbeda dengan Ja’far Bin Abi Thalib yang wafat di perang Mu'tah , kedua tangannya yang putus digantikan oleh Allah dengan dua sayap,Ja’far terbang kesana kemari di surga dengan kedua sayap itu, Ibnu Abbas meriwayatkan,,Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

" دَخَلْتُ الْجَنَّةَ الْبَارِحَةَ فَنَظَرْتُ فِيهَا فَإِذَا جَعْفَرٌ يَطِيرُ مَعَ الْمَلائِكَةِ ، وَإِذَا حَمْزَةُ مُتَّكِئٌ عَلَى سَرِيرٍ "
.
“Tadi malam aku bermimpi masuk kedalam syurga Aku melihat Ja’far sedang terbang bersama Malaikat, juga melihat Hamzah sedang bersandar ditempat tidurnya.” (Shahih, HR. Al-Hakim, Al-Baghawi, Al-Ajurri, Abu Nu’aim, dll , di shahihkan oleh Al-Hakim, Al-Albani (Shahihul Jami’: 3363))
.
.........
[Lilik Ibadur.R]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar